Saudara lelaki Mohammed Merah didakwa karena diduga
menjadi kaki tangan dalam pembunuhan tujuh orang di Kota Toulouse,
Prancis. Dia ditahan pada Selasa pekan lalu, di tengah serbuan pasukan
anti teror ke apartemen Merah.
Menurut stasiun berita CNN, 25 Maret 2012, Abdelkader Merah, awalnya ditahan bersama dengan ibunya dan kekasihnya, namun hanya dia yang didakwa. Dia dianggap berkonspirasi dengan saudaranya dalam mempersiapkan aksi teror dan perampokan, ujar jaksa penuntut.
Menurut stasiun televisi i-tele, Abdelkader sudah dipindahkan dari Toulouse ke markas intelijen Prancis, DCRI, di Levallois-Perret, dekat Paris. Dia diduga terlibat dalam pembunuhan tiga orang tentara, seorang rabbi, dan tiga bocah berusia masing-masing 4, 5 dan 7 tahun, yang dilakukan oleh Mohammed Merah.
Menurut penyidik, Mohammed Merah merekam seluruh aksi pembunuhan ke tujuh orang tersebut. Mohammed sendiri tewas di tangan pasukan anti teror Prancis dalam adegan penyerangan selama 36 jam pekan lalu.
Menurut juru bicara jaksa penuntut, Elizabeth Allanic, pada otopsi diketahui Mohammed tewas dengan lebih dari 20 peluru di tubuhnya. Allanic mengatakan, peluru kebanyakan bersarang di tangan dan kaki. Luka terparah terdapat di pelipis kiri dan perutnya.
Dengan terbunuhnya Mohammed Merah, Kementerian Dalam Negeri Prancis mencabut status darurat Starlet, atau status darurat tertinggi dalam aksi pemberantasan teror di Kota Toulouse.
Menurut stasiun berita CNN, 25 Maret 2012, Abdelkader Merah, awalnya ditahan bersama dengan ibunya dan kekasihnya, namun hanya dia yang didakwa. Dia dianggap berkonspirasi dengan saudaranya dalam mempersiapkan aksi teror dan perampokan, ujar jaksa penuntut.
Menurut stasiun televisi i-tele, Abdelkader sudah dipindahkan dari Toulouse ke markas intelijen Prancis, DCRI, di Levallois-Perret, dekat Paris. Dia diduga terlibat dalam pembunuhan tiga orang tentara, seorang rabbi, dan tiga bocah berusia masing-masing 4, 5 dan 7 tahun, yang dilakukan oleh Mohammed Merah.
Menurut penyidik, Mohammed Merah merekam seluruh aksi pembunuhan ke tujuh orang tersebut. Mohammed sendiri tewas di tangan pasukan anti teror Prancis dalam adegan penyerangan selama 36 jam pekan lalu.
Menurut juru bicara jaksa penuntut, Elizabeth Allanic, pada otopsi diketahui Mohammed tewas dengan lebih dari 20 peluru di tubuhnya. Allanic mengatakan, peluru kebanyakan bersarang di tangan dan kaki. Luka terparah terdapat di pelipis kiri dan perutnya.
Dengan terbunuhnya Mohammed Merah, Kementerian Dalam Negeri Prancis mencabut status darurat Starlet, atau status darurat tertinggi dalam aksi pemberantasan teror di Kota Toulouse.